Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: JOMBLO ITU HAPPY
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Jeda » Muslimah » JOMBLO ITU HAPPY
Muslimah

JOMBLO ITU HAPPY

Redaksi
Last updated: 26 Juli 2022 7:44 am
Redaksi
Share
6 Min Read
jomblo itu happy
SHARE
Oleh: Nurul Yakin

Dalam tatanan istilah remaja, jomblo merupakan sebuah aib. Jomblo –versi remaja- mengindikasikan bahwa kita tidak laku, kurang pergaulan, tidak mengikuti perkembangan zaman, dan lain semacamnya. Parahnya, orang yang anti terhadap pacaran dikatakan sok alim, sok suci dan sok-sok yang lain.

Kian hari, media mencekoki pikiran anak muda dengan nikmatnya pacaran. Berbagai adegan mesra mereka tampilkan. Remaja diarahkan untuk mengekspresikan rasa cinta dengan pacaran. Belum lagi sebuah acara yang mendukung masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan cintanya.

Secara etimologi jomblo adalah perempuan tua yang tidak laku-laku atau perawan tua. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, terjadi perluasan makna pada kata jomblo. Kini, jomblo dimaknai sebagai julukan ‘trendi’ buat mereka (baik laki-laki maupun perempuan) yang masih sendiri.

Sedangkan dalam Islam, jomblo itu ialah seorang yang belum mampu menikah. Lalu dalam Islam pun menganjurkan pemuda yang masih jomblo itu hendaknya berpuasa. Seperti sabda Rasululllah menjelaskan bagaimana seharusnya jomblo itu bersikap.

“Wahai para pemuda, barang siapa di antara kamu sekalian yang telah mampu, maka hendaklah menikah, karena sesungguhnya menikah itu dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan, dan barangsiapa yang belum mampu menikah, maka berpuasalah, karena dengan berpuasa dapat menjadi penghalang (benteng ) untuk melawan nafsu.“ (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi). Namun, bersabar dalam status menjomblo merupakan hal yang mulia dalam agama Islam. Banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh muslimah yang tetap setia dan merasa happy pada kejombloannya sampai ikatan halal menjemputnya.

Jauh dari Maksiat

Islam melaramg keras perzinahan. Bahkan sesuatu yang mendekati perzinahan pun juga dilarang sebagaimana dalam al-Quran, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan sesuat jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32). Di antara jalan yang membawa pada perzinahan adalah pacaran, karena ketika berpacaran peluang untuk mengerjakan sesuatu yang dilarang agama sangat besar; berpegangan tangan, berpelukan, hingga bercumbu. Dan hal tersebut sudah dianggap lumrah dalam berpacaran.

Puncaknya, tidak menutup kemungkinan dua sejoli yang dirundung asmara nekat melakukan hal yang seharusnya dilakukan setelah pernikahan. Kerugian akan menimpa si perempuan ketika pasangannya tidak mau bertanggung jawab.

Tidak Membuang Waktu

Waktu akan terkuras percuma buat sang pacar. Hampir selama 24 jam dihabiskan untuk telpon, SMS dan chatting. Semua pekerjaan akan terbengkalai, karena lebih memprioritaskan kebutuhan sang kekasih daripada pekerjaannya.

Padahal masih banyak aktivitas yang lebih bermanfaat daripada jalan-jalan dengan pacar yang hanya menghabiskan uang. Lebih-lebih muslimah yang masih berada di bangku pendidikan.

Nabi r mewanti-wanti umatnya untuk meninggalkan sesuatu yang tidak ada gunanya, “Sebagian dari keindahan keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat” (HR. Ibnu Majah). Dalam masalah pacaran, selain tidak bermanfaat, kerugian yang kita alami berlipat-lipat.

Mengembangkan Diri

Jomblo akan lebih banyak memiliki waktu untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri. Banyak pengalaman yang harus dicoba dan banyak ilmu yang harus dipelajari. Semuanya butuh fokus dan waktu yang cukup banyak untuk mengarungi segala hal yang berkaitan dengan peningkatan kualitas diri.

Dalam mengembangkan diri konsentrasi dibutuhkan. Jika pikiran kita bercabang-cabang, maka jangan harap inspirasi akan muncul untuk berkreasi. Dan pacaran merupakan penghambat bagi muslimah yang ingin mengembangkan dirinya, karena secara tidak sadar seseorang yang dirundung cinta akan berbuat apapun yang bisa membuat sang kekasih bahagia.

Jika sejenak kita mau instropeksi diri dengan kepala dingin, maka dapat dipastikan segala macam bentuk keburukan terjadi karena motivasi yang tinggi dari rasa tak pernah puas sebagai watak khas makhluk yang bernama manusia. Dan kapan saja, di mana saja, perasaan tak pernah puas selalu memegang peranan penting, seperti halnya dalam berpacaran. Pacaran adalah ketidakpuasan yang berlanjut untuk sebuah pembuktian cinta.

Ketika hati seorang lelaki terpaut pada kita, pernyataan cintanya bukanlah sebuah bukti akan ketulusannya, tetapi, keberaniaannya untuk meminang kepada orang tua kita yang membuatnya layak menyandang sebagai lelaki sejati.

Pacaran bukanlah solusi untuk meretas kesedihan. Malah dengan hubungan yang tidak halal tersebut, keadaan kita semakin tak menentu, karena tak sedikit seseorang yang nekat bunuh diri karena sakit hati.

Para muslimah bisa mengambil hikmah terhadap Eno Parinah (19). Gadis Banten tersebut mengalami nasib nahas. Ia dibunuh secara sadis oleh pacarnya, karena Eno menolak diajak berhubungan badan setelah terjadi kontak mesra di antara keduanya. Kemaluan korban (maaf) dimasuki cangkul sepanjang 65 sentimeter sampai ke dada Eno, hingga merusak hati dan paru-parunya. Kasus tersebut telah menjadi bukti bahwa tak ada manfaat sama sekali dalam berpacaran.

Jika mau melepas status jomblo melalui pacaran sesungguhnya itu sedang menjerumuskan dalam kerugian. Di dunia sering berakhir dengan air mata kesedihan. Lebih-lebih di akhirat akan lebih parah lagi. Jika sekarang masih pacaran, segera putuskan pacarnya dan jadilah jomblo, agar tidak menyandang posisi yang merugikan. Satu lagi, kita harus jadi ‘Jomblo Sampai Halal’.

*Penulis adalah Pustakawan Sidogiri, asal Surabaya

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

Menatap Indah Masa Senja

SAYIDAH UMMU SULAIM BINTI MALHAN, KETEGUHAN HATI YANG MENGINSPIRASI

AGAR CINTA SELALU BERSEMI

PELAJARAN CINTA (3) PENGORBANAN CINTA SITI MASYITAH

ANTARA CINTA DAN RAYUAN

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article urgensitas nasab Urgensitas Nasab
Next Article Raden Umar Said Raden Umar Said Sunan Muria Gaya Dakwah Moderat Ala Sunan Kalijaga
2 Comments 2 Comments
  • Anonim berkata:
    18 Januari 2021 pukul 9:48 am

    0.5

    Balas
  • Anonim berkata:
    19 Juni 2021 pukul 4:04 am

    5

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d