Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: 1983-1985 PETRUS: ANCAMAN BAGI PENJAHAT KELAS TERI
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Jeda » Kilas Balik » 1983-1985 PETRUS: ANCAMAN BAGI PENJAHAT KELAS TERI
JedaKilas Balik

1983-1985 PETRUS: ANCAMAN BAGI PENJAHAT KELAS TERI

Redaksi
Last updated: 26 September 2022 2:41 pm
Redaksi
Share
4 Min Read
ancaman bagi penjahat kelas teri
ancaman bagi penjahat kelas teri
SHARE

Menjadi penjahat kelas teri pada tahun 1980-an sama saja dengan mati sia-sia. Pasalnya, sekitar tahun 1983-1985, pemerintah melancarkan operasi rahasia yang oleh masyarakat biasa disebut Petrus (Penembak Misterius). Sasaran utamanya adalah pelaku kriminal, premanisme dan segala tindak perbuatan yang meresahkan masyarakat. Tak tanggung-tanggung, korban Petrus mencapai lebih dari seribu jiwa.

Masa-masa kelam itu bermula dari keberhasilan Kapolda Metro Jaya membongkar perampokan yang meresahkan masyarakat. Tahun 1982, Soeharto menganugerahi penghargaan pada Mayjen Pol Anton Soedjarwo atas keberhasilan tersebut. Pada tahun yang sama, Soeharto meminta polisi dan ABRI melakukan langkah efektif untuk mengurangi angka kriminalitas.

“Dengan sendirinya kita harus mengadakan treatment, tindakan yang tegas. Tindakan tegas bagaimana? Ya, harus dengan kekerasan. Tetapi kekerasan itu bukan lantas dengan tembakan, dor! dor! begitu saja. Bukan! Tetapi yang melawan, ya, mau tidak mau harus ditembak. Karena melawan, maka mereka ditembak. Lalu mayatnya ditinggalkan begitu saja. Itu untuk shock therapy, terapi goncangan. Supaya, orang banyak mengerti bahwa terhadap perbuatan jahat masih ada yang bisa bertindak dan mengatasinya,” kata Soeharto.

Baca Juga: 10 November 1945, Peran Ulama Dalam Mempertahankan Kemerdekaan

Permintaan Presiden tersebut kemudian berlanjut ke tingkat daerah-daerah. Jogjakarta merupakan daerah pertama yang melancarkan ini operasi ini. Letkol. M. Hasbi, Komandan Kodim Yogyakarta memberi nama Operasi Pemberantasan Kejahatan (OPK). Awalnya operasi ini dianggap hanya bertujuan mendata pelaku kriminal. Namun para eksekutor operasi tersebut tak segan menembak mati siapa saja yang dianggap sebagai gali (gabungan anak liar).

Banyak mayat bergelimpangan dalam operasi yang terjadi di kawasan Jawa Tengah dan Jakarta tersebut. Di hutan, semak, di pinggir jalan, bahkan di emperan toko. Ada yang yang dibuang begitu saja, ada juga yang dikarungi. Semuanya mati mengenaskan dengan lubang bekas tembak di kepala atau dada dan terselip sejumlah uang. Mayat tersebut dibiarkan begitu saja tanpa ada yang tahu siapa pelakunya. Biasanya, calon korban akan dijemput atau tiba-tiba menghilang dan esoknya sudah menjadi mayat. Masyarakat yang menemukannya akan menggunakan sejumlah uang yang terselip sebagai biaya pemakaman.

Banyak spekulasi, pro-kontra dan catatan hitam dalam kasus ini. Masyarakat tak sedikit yang merasa lebih tenang sebab tak ada lagi keresahan. Sebagian lagi malah menyayangkan hal itu sebab kemudian operasi ini sering salah sasaran. Tak hanya masyarakat, di antara tokoh negara juga terjadi pro-kontra. Banyak yang menyayangkan kejadian tersebut karena dianggap tidak melalui mekanisme hukum, tanpa pengadilan dan termasuk kejahatan kemanusiaan.

Baca Juga: Madiun Affairs: Konflik Yang Dimanfaatkan Belanda

Koran Sinar Harapan (edisi 23 Juli 1983) memuat pernyataan Kepala Bakin, Yoga Soegama yang mengatakan tak perlu mempersoalkan para penjahat yang mati secara misterius. H. Adam Malik, mantan Wakil Presiden, menyatakan ketidaksetujuannya.

“Jangan mentang-mentang penjahat kerah dekil langsung ditembak, bila perlu diadili hari ini langsung besoknya dieksekusi mati. Jadi syarat sebagai negara hukum sudah terpenuhi,” kata Adam. Ia mengingatkan, “setiap usaha yang bertentangan dengan hukum akan membawa negara ini pada kehancuran.” (Terbit, 25 Juli 1983).

Pemerintah Orde Baru menghentikan operasi tersebut pada tahun 1985 setelah mendapatkan banyak tekanan, baik nasional maupun dunia internasional. Sejak mulai beroperasi, menurut Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), korban tewas paling banyak terjadi pada tahun 1983 dengan jumlah 781 jiwa.

Ketika ditanya tentang operasi Petrus, Soeharto menjawab, “Ya, nanti biar saya yang bertanggung jawab kepada Tuhan.”

N. Shalihin Damiri/sidogiri

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

BAHAYA TERSEMBUNYI DI DALAM SUSU KENTAL MANIS

TOKOH-TOKOH DIKTATOR DUNIA (BAGIAN 2)

KETIKA CINTA MENEMUKAN ASA

MADIUN AFFAIRS: PEMBERONTAKAN PKI JILID II

ATASI DEMAM BERDARAH TANPA SUSAH PAYAH

TAGGED:ancaman bagi penjahat kelas teriSidogiri MediaSidogirimedia.com

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Para pejuang madzhab Asy'ari PARA PEJUANG MADZHAB ASY’ARI (1)
Next Article kita sering lupa kebaikan orang tua KITA SERING LUPA KEBAIKAN ORANG TUA
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d