{"id":652,"date":"2020-02-25T15:50:57","date_gmt":"2020-02-25T15:50:57","guid":{"rendered":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/?p=652"},"modified":"2020-08-10T11:19:20","modified_gmt":"2020-08-10T11:19:20","slug":"mencairkan-hati-yang-keras","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/","title":{"rendered":"Mencairkan Hati yang Keras"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebuah kisah ditulis oleh adz-Dzahabi dalam kitabnya <em>Siy\u00e2ru A\u2019l\u00e2min- Nubal\u00e2\u2019,<\/em> tentang seorang saleh bernama Shafwan bin Sulaim (w. 132 H). Kebiasaan unik terlihat pada diri Shafwan. Selama beberapa hari, ia sering pergi ke pemakaman Baqi\u2019. Muhammad Shalih bin at-Tammar, sumber kisah ini, suatu hari mengikutinya. Muhammad Shalih ingin tahu, apa yang dilakukan Shafwan di pemakaman Madinah tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Di pemakaman tempat para shahabat Rasulullah dimakamkan itu, Shafwan menundukkan kepalanya. Ia duduk di samping sebuah makam. Tidak henti-hentinya ia menangis di samping makam itu. Muhammad Shalih menduga ia telah kehilangan salah satu keluarganya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di kesempatan lain, Muhammad Shalih membuntuti Shafwan\nmasuk ke pemakaman Baqi\u2019. Ia tercengang, karena objek yang dihampiri bukan kuburan\nyang sebelumnya. Shafwan melakukan hal yang sama; menunduk, duduk di samping\nmakam dan menangis tanpa henti. Muhammad Shalihakhirnya menemui Muhammad bin\nal-Munkadir, seorang ulama kota Madinah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepada Muhammad bin al- Munkadir, Muhammad Shalih menceritakan\nperihal kebiasaan Shafwan menangis di pekuburan Baqi\u2019. Muhammad bin al-Munkadir\nmenjelaskan: \u201cSemua di pemakaman Baqi\u2019 itu keluarga dan saudara Shafwan. Ia\ningin menggugah hatinya dengan mengingat kematian, di saat ia merasa hatinya\nkeras.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">***<\/p>\n\n\n\n<p>Hati merupakan motor penggerak penentu sikap baik dan\nburuk seseorang. Dalam sebuah hadis, Rasulullah menyebut hati sebagai \u201csepotong\ndaging\u201d (mudhghah) sumber energi tubuh; jika ia baik maka baik pula seluruh\naktivitas tubuh, bila buruk maka buruk pula seluruh aktivitasnya. (HR Imam\nBukhari dan Imam Muslim).<\/p>\n\n\n\n<p>Karena posisi hati yang demikian vital, kajian tentang managemen hati banyak dibahas oleh para ulama, khususnya penyakit dan pengobatan hati. Imam al-Ghazali secara khusus mengupas item ini dalam kitab<em> Ihy\u00e2\u2019 Ul\u00fbmidd\u00een<\/em>, pada pembahasan <em>Rubu\u2019ul- Muhlik\u00e2t <\/em>dan <em>al-Munjiy\u00e2t<\/em>. Meski ada istilah populer yang mengklasifikasi penyakit hati sebagai Qaswatul-Qalb (kerasnya hati) dan Mautul-Qalb (matinya hati).<\/p>\n\n\n\n<p>Hati yang mengeras di singgung dalam QS al-Baqarah\n[02]: 74 yang artinya. \u201cKemudian setelah itu hatimu mengeras, setelah itu lalu\nmenjadi batu, bahkan lebih keras daripada batu.\u201d Pengaruh kerasnya hati\nbiasanya dipicu oleh sulitnya hati tersentuh kebenaran, sehingga sulit menerima\nnasihat baik. Ibarat batu keras yang tak bisa menyerap siraman air.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kehidupan, kita temukan banyak penganjur\nkebaikan melalui televisi, audio ceramah dan media sosial. Akan tetapi, mengapa\nayat dan hadis yang disampaikan mereka seperti tak berpengaruh sama sekali?<\/p>\n\n\n\n<p>Bisa jadi alasannya: karena penganjur kebaikan itu\nbelum menata hati, terutama nilai ikhlas. Namun, dalam hal kebaikan, kita juga\ndiarahkan agar melihat \u201capa yang disampaikan\u201d, bukan pada penyampainya (unzhur\nm\u00e2 q\u00eel, wa l\u00e2 tanzhur man q\u00e2l). Artinya, seburuk apapun pesan nasehat haruslah diterima,\ntanpa melihat siapa yang menyampaikannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kondisi ini, penting melihat kondisi hati, barangkali ia telah sekeras batu? Deteksi awal penyakit keras hati ialah: hati jauh dari menerima kebaikan, khususnya dari nasehat al- Quran. Dalam QS Q\u00e2f; 45, misalnya, kita diperintah menasehati siapa pun agar takut pada ancaman Allah.<\/p>\n\n\n\n<p>Efek hati yang sulit menerima kebaikan, kata ulama, akan mendorong malas beribadah; tak peduli sosial; hidup tidak tenang dan selalu mengedepankan urusan duniawi. Yang terbayang hanya bagaimana mendapat kekayaan, tanpa peduli akhirat atau nasihat bijak. Orang seperti ini, perlu resep pelembut hati (<em>taly\u00eenul-qalb<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Di Indonesia dikenal istilah ini yang kemudian\ndipopulerkan oleh Opick lewat judul lagu Tombo Ati. Lima komponen Tombo Ati itu\nmencakup 1) membaca al-Quran menghayati makna, 2) shalat malam, 3) bergaul\ndengan orang saleh, 4) perut senantiasa lapar, 5) kerasan zikir malam.<\/p>\n\n\n\n<p>Lima komponen ini sebenarnya bisa mendeteksi penyebab\nkerasnya hati. Membaca al-Quran tanpa menghayati maknanya tanda mengerasnya\nhati, lebih-lebih tidak pernah baca al-Quran. Sebagai pedoman beragama,\nal-Quran mestinya dipahami dan tidak sekadar dibaca. Selain, ada keyakinan\nmembaca al-Quran bernilai pahala.<\/p>\n\n\n\n<p>Zikir dan shalat di keheningan malam, bisa melembutkan\nhati. Penghayatan akan kehidupan diri, merupakan inti penting dari aktivitas shalat\ndan zikir malam. Jika hal ini tidak pernah dilakukan, bisa dimungkinkan hati\nakan mengeras.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak makan juga penyebab hati menjadi keras, karena\nyang terus dipikirkan hanyalah urusan perut. Orang yang selalu mengedepankan isu\n\u201cperut\u201d biasanya suka menerobos rambu agama, tidak peduli apa berasal dari\njalan haram atau halal. Maka butuh terapi lapar agar hati tersentuh kehidupan\ndi luar, utamanya ketika kesulitan mencari makan. Terapi puasa ampuh\nmelembutkan hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Teman juga demikian. Ia merupakan sumber perilaku yang\nmenyerap hal baik dan buruk. Sering bergaul dengan teman yang keras hati, pasti\nhatinya ikut juga terpengaruh. Ada ungkapan menarik oleh Jakfar bin Sulaiman: \u201cJika\naku temukan hatiku mengeras, pagi-pagi aku berangkat menemui Muhammad bin\nWasi\u2019. Aku lihat wajahnya, seakan ia selalu berduka.\u201d Muhammad bin Wasi\u2019 memang\nberkepribadian wara\u2019, sehingga dengan memandangnya saja bisa membuat hati lembut.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebenarnya tidak hanya lima konsep tadi yang terkait pengobatan hati. Ada opsi lain yang juga bisa diterapkan sebagai resep ampuh <em>mu\u2019\u00e2lajatu qaswatil-qalb<\/em>. Di antaranya berziarah ke pekuburan, seperti pengalaman Shafwan bin Sulaim dalam kisah di awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Suatu ketika, Ummul Mukminin Sayidah \u2018Aisyah didatangi\nseseorang yang mengeluhkan penyakit keras hati. Sayidah \u2018Aisyah mengatakan:\n\u201cItu seburuk-buruk penyakit,\u201d Beliau lalu menganjurkan tiga resep: 1) sering mengunjungi\norang sakit, 2) sering mengantar jenazah dan perhatikan bagaimana jenazah\ndimasukkan ke liang, 3) sering mengingat kematian. Semoga kita tetap bisa\nmenjaga hati tetap hidup, lembut dan mencair. Amin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\"><strong>M. Masyhuri Mochtar\/sidogiri<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebuah kisah ditulis oleh adz-Dzahabi dalam kitabnya Siy\u00e2ru A\u2019l\u00e2min- Nubal\u00e2\u2019, tentang seorang saleh bernama Shafwan bin Sulaim (w. 132 H). Kebiasaan unik terlihat pada diri Shafwan. Selama beberapa hari, ia sering pergi ke pemakaman Baqi\u2019. Muhammad Shalih bin at-Tammar, sumber kisah ini, suatu hari mengikutinya. Muhammad Shalih ingin tahu, apa yang dilakukan Shafwan di pemakaman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":653,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":{"0":"post-652","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-sakinah"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.2 (Yoast SEO v26.6) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mencairkan Hati yang Keras - Sidogiri Media Online<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"kerasnya hati biasanya dipicu oleh sulitnya hati tersentuh kebenaran, sehingga sulit menerima nasihat baik. Ibarat batu keras yang tak bisa menyerap siraman\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mencairkan Hati yang Keras\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"kerasnya hati biasanya dipicu oleh sulitnya hati tersentuh kebenaran, sehingga sulit menerima nasihat baik. Ibarat batu keras yang tak bisa menyerap siraman\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sidogiri Media Online\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/sidogirimedia\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-02-25T15:50:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2020-08-10T11:19:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Mencairkan-Hati-yang-Keras.jpg?fit=668%2C465&ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"668\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"465\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@sidogirimedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@sidogirimedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/person\/55dcd72ffc456d4a5ff0d2f50fe7fc46\"},\"headline\":\"Mencairkan Hati yang Keras\",\"datePublished\":\"2020-02-25T15:50:57+00:00\",\"dateModified\":\"2020-08-10T11:19:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/\"},\"wordCount\":822,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Mencairkan-Hati-yang-Keras.jpg?fit=668%2C465&ssl=1\",\"articleSection\":[\"Sakinah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/\",\"url\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/\",\"name\":\"Mencairkan Hati yang Keras - Sidogiri Media Online\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Mencairkan-Hati-yang-Keras.jpg?fit=668%2C465&ssl=1\",\"datePublished\":\"2020-02-25T15:50:57+00:00\",\"dateModified\":\"2020-08-10T11:19:20+00:00\",\"description\":\"kerasnya hati biasanya dipicu oleh sulitnya hati tersentuh kebenaran, sehingga sulit menerima nasihat baik. Ibarat batu keras yang tak bisa menyerap siraman\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Mencairkan-Hati-yang-Keras.jpg?fit=668%2C465&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Mencairkan-Hati-yang-Keras.jpg?fit=668%2C465&ssl=1\",\"width\":668,\"height\":465,\"caption\":\"mencairkan hati yang keras\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jeda\",\"item\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/category\/jeda\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Sakinah\",\"item\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/category\/jeda\/sakinah\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"Mencairkan Hati yang Keras\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/\",\"name\":\"Sidogiri Media Online\",\"description\":\"Aktual Salaf\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#organization\",\"name\":\"Sidogiri Media\",\"url\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Logo-Sidmed.png?fit=2940%2C690&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Logo-Sidmed.png?fit=2940%2C690&ssl=1\",\"width\":2940,\"height\":690,\"caption\":\"Sidogiri Media\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/sidogirimedia\/\",\"https:\/\/x.com\/sidogirimedia\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/person\/55dcd72ffc456d4a5ff0d2f50fe7fc46\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/30d160d2f97f8e98c4f6d9b67e6b7a08?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/30d160d2f97f8e98c4f6d9b67e6b7a08?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/Sidogirimedia.com\"],\"url\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/author\/4dmin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mencairkan Hati yang Keras - Sidogiri Media Online","description":"kerasnya hati biasanya dipicu oleh sulitnya hati tersentuh kebenaran, sehingga sulit menerima nasihat baik. Ibarat batu keras yang tak bisa menyerap siraman","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mencairkan Hati yang Keras","og_description":"kerasnya hati biasanya dipicu oleh sulitnya hati tersentuh kebenaran, sehingga sulit menerima nasihat baik. Ibarat batu keras yang tak bisa menyerap siraman","og_url":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/","og_site_name":"Sidogiri Media Online","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/sidogirimedia\/","article_published_time":"2020-02-25T15:50:57+00:00","article_modified_time":"2020-08-10T11:19:20+00:00","og_image":[{"width":668,"height":465,"url":"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Mencairkan-Hati-yang-Keras.jpg?fit=668%2C465&ssl=1","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@sidogirimedia","twitter_site":"@sidogirimedia","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/person\/55dcd72ffc456d4a5ff0d2f50fe7fc46"},"headline":"Mencairkan Hati yang Keras","datePublished":"2020-02-25T15:50:57+00:00","dateModified":"2020-08-10T11:19:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/"},"wordCount":822,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Mencairkan-Hati-yang-Keras.jpg?fit=668%2C465&ssl=1","articleSection":["Sakinah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/","url":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/","name":"Mencairkan Hati yang Keras - Sidogiri Media Online","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Mencairkan-Hati-yang-Keras.jpg?fit=668%2C465&ssl=1","datePublished":"2020-02-25T15:50:57+00:00","dateModified":"2020-08-10T11:19:20+00:00","description":"kerasnya hati biasanya dipicu oleh sulitnya hati tersentuh kebenaran, sehingga sulit menerima nasihat baik. Ibarat batu keras yang tak bisa menyerap siraman","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/#primaryimage","url":"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Mencairkan-Hati-yang-Keras.jpg?fit=668%2C465&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Mencairkan-Hati-yang-Keras.jpg?fit=668%2C465&ssl=1","width":668,"height":465,"caption":"mencairkan hati yang keras"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/mencairkan-hati-yang-keras\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jeda","item":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/category\/jeda\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Sakinah","item":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/category\/jeda\/sakinah\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"Mencairkan Hati yang Keras"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#website","url":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/","name":"Sidogiri Media Online","description":"Aktual Salaf","publisher":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#organization","name":"Sidogiri Media","url":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Logo-Sidmed.png?fit=2940%2C690&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Logo-Sidmed.png?fit=2940%2C690&ssl=1","width":2940,"height":690,"caption":"Sidogiri Media"},"image":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/sidogirimedia\/","https:\/\/x.com\/sidogirimedia"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/person\/55dcd72ffc456d4a5ff0d2f50fe7fc46","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/30d160d2f97f8e98c4f6d9b67e6b7a08?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/30d160d2f97f8e98c4f6d9b67e6b7a08?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["http:\/\/Sidogirimedia.com"],"url":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/author\/4dmin\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Mencairkan-Hati-yang-Keras.jpg?fit=668%2C465&ssl=1","jetpack_likes_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/652","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=652"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/652\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media\/653"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=652"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=652"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=652"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}