{"id":3915,"date":"2022-02-07T08:14:21","date_gmt":"2022-02-07T01:14:21","guid":{"rendered":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/?p=3915"},"modified":"2022-02-07T08:18:05","modified_gmt":"2022-02-07T01:18:05","slug":"konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/","title":{"rendered":"KONSEP HERMENUETIKA DALAM TRADISI KEILMUAN BARAT"},"content":{"rendered":"\n<p>Secara historis, hermeneutika muncul dari ketidakpuasan para pemeluk Kristen terhadap keputusan-keputusan Gereja yang sering kali tidak sejalan dengan perkembangan zaman. Ruang lingkup Bible yang hanya fokus mengurusi urusan spiritual membuat para cendekianwan Kristen tergugah untuk merumuskan kembali cara mengaktualisasikan Bible dalam pentasan hidup yang terus melaju jauh dari jangkauan Bible yang statis itu. Mereka pun berupaya untuk menentang ketimpangan fakta itu dengan mencoba medekonstruksi kitab sucinya dengan menafsirkankan dengan metode hermeneutika.<\/p>\n\n\n\n<p>Fakta sejarah ini diperparah dengan hegemoni Gereja yang bersikap intimedasi dan diskriminasi kepada para pemeluknya. Gereja memvonis keselamatan hanya ada pada gereja sedang ia belum mampu memberikan tuntunan secara utuh bagi pemeluknya. Salah satu bukti konkret terjadinya kekejaman gereja pada masyarakat akar rumput yang tidak patuh pada aturan yang telah ditatapkan adalah insitutisi \u201cINQUISI\u201d, sebuah institusi yang sangat terkenal kekejaman dan kejahatannya pada abad pertengahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Keren Armstrong misalnya, seorang mantan biarawati dan penulis terkenal, memberikan gambaran kekejaman Inquisi <a href=\"https:\/\/nu.or.id\/opini\/motif-puasa-umat-yahudi-kristen-dan-islam-Qhc7q\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/nu.or.id\/opini\/motif-puasa-umat-yahudi-kristen-dan-islam-Qhc7q\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kristen<\/a> seperti ini, <em>\u201cSebagian besar kita tentunya setuju bahwa salah satu dari institusi Kristen yang paling jahat adalah Inquisisi, yang merupakan instrumen teror dalam Gereja Katolik sampai pada akhir abad ke-17. Metode inqusisi ini juga digunakan oleh Gereja Protestan untuk melakukan penindasan dalam kontrol terhadap kaum Katolik di negara-negara mereka\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Selain trumatis mendalam masyarakat <a href=\"https:\/\/www.hidayatullah.com\/berita\/internasional\/read\/2021\/11\/11\/219651\/imam-besar-al-azhar-menolak-seruan-penyatuan-agama-islam-kristen-yahudi-jadi-satu.html\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/www.hidayatullah.com\/berita\/internasional\/read\/2021\/11\/11\/219651\/imam-besar-al-azhar-menolak-seruan-penyatuan-agama-islam-kristen-yahudi-jadi-satu.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kristen<\/a> terhadap kesewenang-wenangan konstitusi Gereja yang menjadikan Barat menjadi sekuler-liberal, adalah problem teks Bible yang tak berkesudahan sampai sekarang. setidak-tidaknya adak dua poin penting mengapa Kristen memilih hermenuetika sebagai sarana untuk menginterpretasikan kitab sucinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, penulisan teks Bible. Sampai saat ini tidak ada satupun yang tahu siapa yang menulis dan siapa yang membukukannya. Richard Elliot Friedman, menulis dalam bukunya, <em>Who Wrote the Bible<\/em>, <em>\u201cAdalah sebuah fakta yang mengherankan bahwa kita tak pernah tahu secara pasti siapa yang menulis buku yang telah menjalankan peran penting dalam peradaban kita\u201d. <\/em>Misteri ini masih menjadi teka-teki tertua sepanjang perjalanan sejarah Kristen.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, dokumen asli teks Bible. Tidak adanya manuskrip yang autentik yang menyebabkan teks Bible memiliki banyak copy-an. Salinan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani kuno baru terbubukan pada awal 1514 M di Universitas al-Cala Spanyol. Hingga kini, tercatat sebanyak 5.000 manuskrip teks Bible dalam bahasa Greek (Yunani) yang selanjutnya diterjemahkan lagi menjadi banyak bahasa di seluruh dunia. Karenanya banyak ditemukan kontradiksi dalam Bible antara satu teks dengan teks yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari kerancuan sejarah dan teks Bible ini, pada abad ke-19 terjadi banyak penolakan dan kritikan terhadap naskah resmi yang disetujui sebagai perjanjian baru. Terjadi banyak pemilihan dan dekonstruski besar-besaran ketika membahas metode yang diterapkan untuk mengakaji Yesus dan injil.<\/p>\n\n\n\n<p>Problem-problem semacam ini tidak pernah kita dapati dalam lembaran sejarah umat Islam. Autentisitas dan kemurnian kitab suci al-Quran terjaga alami hingga saat ini. Dan sangat ironi, ketika kita dapati para cendikiawan muslim kita malah ikut-ikutan latah mengadopsi tren penafsiran kaum Kristen.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara metodologis, hermeneutika memiliki tiga langkah dalam memahami agama, yaitu pengarang, teks dan pembaca. Ini merupakan pokok ajaran di kalangan liberalis untuk mengkaji dan menafsiri teks al-Quran agar lebih mengena pada masa ini. Bahkan, belum bisa dikatakan liberalis seseorang yang tidak menggunakan metode ini. Seakan, metode ini adalah harga mati dalam merumuskan sebuah kebijakan dan mengatasi problematika umat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pertama<\/strong>, kondisi pesikis dan lingkup sejarah yang dihadapi oleh pengarang adalah hal penting untuk memahami teks ciptaannya yang kemudian diinterpretasikan ulang agar sesuai pada konteks di mana teks itu hidup. Sebab menurut mereka pengarang dari sebuah teks di masa lalu akan melakukan hal yang sama jika teks tersebut ia ciptakan pada hari ini. Dari teori semacam ini mengakibatkan mati penulis sama sekali.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kedua<\/strong>, bagi para penafsir hermeneutika watak dari teks apapun bersifat lentur tidak beku dan tertutup. Sehingga dengan demikian, satu teks dapat memiliki arti yang beragam tergantung kecenderungan dan pendapat penerimanaya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ketiga<\/strong>, setelah sebelumnya ditegasakan bahwa posisi pengarang tidak terlalu berarti penting dalam penafsiran daripada posisi pembaca sebab di tangan pembacalah teks menjadi terbuka dan multi tafsir.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan corak penafsiran klasik sangat tidak dapat diterima oleh mereka yang menggunakan perangkat hermeneutika sebagai alat penafsiran al-Quran. Sebab corak penafsir klasik menurut mereka terlalu mengkultuskan pengarang dari sebuah teks kitab suci hingga akan mengakibatkan sebuah teks tidak bisa berbicara apa-apa di hadapan problematika kekinian.<\/p>\n\n\n\n<p>Paparan di atas berkisaran tentang teori takwil (hermeneutika) Barat di jalur historis dan pemikirannya. Juga menjadi semacam gerakan penting untuk menciptakan sebuah teori atau ilmu yang kemudian disebut takwil atau hermenuetika.<\/p>\n\n\n\n<p>Dapat dengan mudah kita baca, bahwa teori hermenuetika selain mengagungkan posisi pembaca juga meniadakan peran pengarang atau mematikannya. Teori ini sangat berdampak fatal jika diterapkan kepada al-Quran. Sebab akan menafikan sifat Allah (sumber teks Al-Quran) berupa Dzat yang Maha mengetahui segala sesuatu, yang zahir dan yang batin dan di masa sebelum itu teks diturunkan hingga pada suatu masa teks itu akan lenyap tak terisa.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/sidogiri.net\/2019\/12\/tradisi-natalan\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/sidogiri.net\/2019\/12\/tradisi-natalan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tradisi Natalan\/ Bahtsul Masail<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/buta-kitab-kuning-biang-radikalisme\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/buta-kitab-kuning-biang-radikalisme\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Buta Kitab Kuning, Biang Radikalisme<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/tuhan-itu-tidak-mati\/\" data-type=\"URL\" data-id=\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/tuhan-itu-tidak-mati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tuhan Tidak Mati<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konsep Hermenuetika Dalam Tradisi Keilmuan Barat<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3951,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[7,10],"tags":[2537,2094,2098],"class_list":{"0":"post-3915","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kajian","8":"category-kolom-akidah","9":"tag-konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat","10":"tag-sidogiri-media","11":"tag-sidogirimedia-com"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v23.2 (Yoast SEO v26.6) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>KONSEP HERMENUETIKA DALAM TRADISI KEILMUAN BARAT - Sidogiri Media Online<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Secara historis, hermeneutika muncul dari ketidakpuasan para pemeluk Kristen terhadap keputusan-keputusan Gereja yang sering kali tidak sejalan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"KONSEP HERMENUETIKA DALAM TRADISI KEILMUAN BARAT\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Secara historis, hermeneutika muncul dari ketidakpuasan para pemeluk Kristen terhadap keputusan-keputusan Gereja yang sering kali tidak sejalan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sidogiri Media Online\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/sidogirimedia\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-07T01:14:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-02-07T01:18:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/imgonline-com-ua-compressed-6xiYVOv4ljOZ2.jpg?fit=943%2C677&ssl=1\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"943\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"677\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Khoiril Umam\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@sidogirimedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@sidogirimedia\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Khoiril Umam\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/\"},\"author\":{\"name\":\"Khoiril Umam\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/person\/e76f88ec3416049df1c63e84794eb2a7\"},\"headline\":\"KONSEP HERMENUETIKA DALAM TRADISI KEILMUAN BARAT\",\"datePublished\":\"2022-02-07T01:14:21+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-07T01:18:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/\"},\"wordCount\":787,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/imgonline-com-ua-compressed-6xiYVOv4ljOZ2.jpg?fit=943%2C677&ssl=1\",\"keywords\":[\"Konsep Hermenuetika Dalam Tradisi Keilmuan Barat\",\"Sidogiri Media\",\"Sidogirimedia.com\"],\"articleSection\":[\"Kajian\",\"Kolom Akidah\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/\",\"url\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/\",\"name\":\"KONSEP HERMENUETIKA DALAM TRADISI KEILMUAN BARAT - Sidogiri Media Online\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/imgonline-com-ua-compressed-6xiYVOv4ljOZ2.jpg?fit=943%2C677&ssl=1\",\"datePublished\":\"2022-02-07T01:14:21+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-07T01:18:05+00:00\",\"description\":\"Secara historis, hermeneutika muncul dari ketidakpuasan para pemeluk Kristen terhadap keputusan-keputusan Gereja yang sering kali tidak sejalan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/imgonline-com-ua-compressed-6xiYVOv4ljOZ2.jpg?fit=943%2C677&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/imgonline-com-ua-compressed-6xiYVOv4ljOZ2.jpg?fit=943%2C677&ssl=1\",\"width\":943,\"height\":677,\"caption\":\"Konsep Hermenuetika Dalam Tradisi Keilmuan Barat\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kajian\",\"item\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/category\/kajian\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kolom Akidah\",\"item\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/category\/kajian\/kolom-akidah\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":4,\"name\":\"KONSEP HERMENUETIKA DALAM TRADISI KEILMUAN BARAT\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/\",\"name\":\"Sidogiri Media Online\",\"description\":\"Aktual Salaf\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#organization\",\"name\":\"Sidogiri Media\",\"url\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Logo-Sidmed.png?fit=2940%2C690&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Logo-Sidmed.png?fit=2940%2C690&ssl=1\",\"width\":2940,\"height\":690,\"caption\":\"Sidogiri Media\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/sidogirimedia\/\",\"https:\/\/x.com\/sidogirimedia\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/person\/e76f88ec3416049df1c63e84794eb2a7\",\"name\":\"Khoiril Umam\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eba95a74ab75db4bd1ed58736d125dad?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eba95a74ab75db4bd1ed58736d125dad?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Khoiril Umam\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\",\"sidogiri media\"],\"url\":\"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/author\/umam\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"KONSEP HERMENUETIKA DALAM TRADISI KEILMUAN BARAT - Sidogiri Media Online","description":"Secara historis, hermeneutika muncul dari ketidakpuasan para pemeluk Kristen terhadap keputusan-keputusan Gereja yang sering kali tidak sejalan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"KONSEP HERMENUETIKA DALAM TRADISI KEILMUAN BARAT","og_description":"Secara historis, hermeneutika muncul dari ketidakpuasan para pemeluk Kristen terhadap keputusan-keputusan Gereja yang sering kali tidak sejalan","og_url":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/","og_site_name":"Sidogiri Media Online","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/sidogirimedia\/","article_published_time":"2022-02-07T01:14:21+00:00","article_modified_time":"2022-02-07T01:18:05+00:00","og_image":[{"width":943,"height":677,"url":"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/imgonline-com-ua-compressed-6xiYVOv4ljOZ2.jpg?fit=943%2C677&ssl=1","type":"image\/jpeg"}],"author":"Khoiril Umam","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@sidogirimedia","twitter_site":"@sidogirimedia","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Khoiril Umam","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/"},"author":{"name":"Khoiril Umam","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/person\/e76f88ec3416049df1c63e84794eb2a7"},"headline":"KONSEP HERMENUETIKA DALAM TRADISI KEILMUAN BARAT","datePublished":"2022-02-07T01:14:21+00:00","dateModified":"2022-02-07T01:18:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/"},"wordCount":787,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/imgonline-com-ua-compressed-6xiYVOv4ljOZ2.jpg?fit=943%2C677&ssl=1","keywords":["Konsep Hermenuetika Dalam Tradisi Keilmuan Barat","Sidogiri Media","Sidogirimedia.com"],"articleSection":["Kajian","Kolom Akidah"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/","url":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/","name":"KONSEP HERMENUETIKA DALAM TRADISI KEILMUAN BARAT - Sidogiri Media Online","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/imgonline-com-ua-compressed-6xiYVOv4ljOZ2.jpg?fit=943%2C677&ssl=1","datePublished":"2022-02-07T01:14:21+00:00","dateModified":"2022-02-07T01:18:05+00:00","description":"Secara historis, hermeneutika muncul dari ketidakpuasan para pemeluk Kristen terhadap keputusan-keputusan Gereja yang sering kali tidak sejalan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/#primaryimage","url":"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/imgonline-com-ua-compressed-6xiYVOv4ljOZ2.jpg?fit=943%2C677&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/imgonline-com-ua-compressed-6xiYVOv4ljOZ2.jpg?fit=943%2C677&ssl=1","width":943,"height":677,"caption":"Konsep Hermenuetika Dalam Tradisi Keilmuan Barat"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/konsep-hermenuetika-dalam-tradisi-keilmuan-barat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kajian","item":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/category\/kajian\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kolom Akidah","item":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/category\/kajian\/kolom-akidah\/"},{"@type":"ListItem","position":4,"name":"KONSEP HERMENUETIKA DALAM TRADISI KEILMUAN BARAT"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#website","url":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/","name":"Sidogiri Media Online","description":"Aktual Salaf","publisher":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#organization","name":"Sidogiri Media","url":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Logo-Sidmed.png?fit=2940%2C690&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Logo-Sidmed.png?fit=2940%2C690&ssl=1","width":2940,"height":690,"caption":"Sidogiri Media"},"image":{"@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/sidogirimedia\/","https:\/\/x.com\/sidogirimedia"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/person\/e76f88ec3416049df1c63e84794eb2a7","name":"Khoiril Umam","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eba95a74ab75db4bd1ed58736d125dad?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/eba95a74ab75db4bd1ed58736d125dad?s=96&d=mm&r=g","caption":"Khoiril Umam"},"sameAs":["https:\/\/sidogirimedia.com\/new","sidogiri media"],"url":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/author\/umam\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/sidogirimedia.com\/new\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/imgonline-com-ua-compressed-6xiYVOv4ljOZ2.jpg?fit=943%2C677&ssl=1","jetpack_likes_enabled":true,"jetpack-related-posts":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3915"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3915\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3954,"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3915\/revisions\/3954"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sidogirimedia.com\/new\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}