Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: Pilih al-Quran atau Pancasila?
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Tabayun » Pilih al-Quran atau Pancasila?
Tabayun

Pilih al-Quran atau Pancasila?

Redaksi
Last updated: 14 Februari 2024 4:28 pm
Redaksi
Share
3 Min Read
SHARE

Beberapa waktu yang lalu Indonesia heboh oleh isu salah satu pertanyaan yang muncul dalam pelaksanaan tes wawasan kebangsaan (TWK) dalam proses alih status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi aparatur sipil negara (ASN). Konon, salah satu pertanyaan yang disodorkan adalah, “Anda pilih al-Quran atau Pancasila?”. Tentu, pertanyaan semacam itu tidak saja aneh dan ganjil, namun juga kontroversial, karena di balik pertanyaan itu penuh dengan bias. Bagaimana seharusnya kita menanggapi pertanyaan semacam itu, serta bagaimana mengungkap bias di baliknya?

***

Tampak jelas bahwa pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang bermasalah alias keliru. Sebagaimana maklum, pertanyaan yang salah tidak akan pernah menghasilkan jawaban yang benar. Sebab pada hakikatnya, Pancasila bukan sesuatu yang bisa dipertentangkan dengan al-Quran, sebab sila-sila di dalam Pancasila itu dihasilkan dari ajaran al-Quran, atau bisa ditemukan sumbernya dari al-Quran, terutama sila pertama yang berupa Keturunan yang Maha Esa. Tidak ada yang memiliki konsep sedemikian tentang Tuhan selain al-Quran, yakni agama Islam.

Jika demikian halnya, maka selanjutnya bisa dengan mudah kita diduga bahwa pertanyaan yang keliru tersebut adalah murni kekeliruan, atau memang sengaja dibuat dan diajukan untuk tujuan yang tidak benar. Jika memang murni kekeliruan, maka hal itu bisa kita maklumi, untuk kemudian dikoreksi dan dibenahi. Namun jika sengaja dikelirukan untuk tujuan yang tidak benar, maka tentunya harus kita kritik dan kita perangi, supaya tidak menciptakan kerusakan yang merata.

Jika pertanyaan itu memang sengaja dibuat meski telah disadari kekeliruannya, maka salah satu kemungkinan terdekatnya adalah bahwa di balik pertanyaan itu terselip agenda anti-Islam atau Islamophobia; agar supaya bangsa Indonesia tidak suka pada Islam atau bahkan anti terhadap Islam, maka dimunculkan kesan bahwa Islam bertentangan dengan Pancasila, atau bahwa Islam adalah radikal dan tidak sesuai dengan Pancasila dan Indonesia, atau bahwa ajaran Islam di dalam al-Quran itu adalah asing dan tidak sesuai dengan ‘kearifan lokal’.

Kita semua menyadari bahwa narasi semacam itu memang tengah dengan gencar dibangun oleh kelompok-kelompok yang anti terhadap Islam, baik oleh mereka yang terindikasi terpapar paham komunisme atau sosialisme maupun mereka yang terpapar paham liberalisme. Mereka rajin menyetempel setiap hal yang berhubungan dengan Islam dengan stempel buruk. Misalnya jilbab dan niqab. Padahal siapapun tahu bahwa itu adalah ajaran khas Islam yang sangat memuliakan terhadap kaum wanita. Sementara di sisi yang berbeda mereka justru sangat apresiatif terhadap segala hal yang bersumber dari Barat atau dari luar Islam, seperti tren membuka aurat bagi wanita, sekalipun kita semua menyadari bahwa itu merendahkan harga diri setiap wanita.

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

WANITA HEBAT DALAM AL-QURAN

KITA WAJIB BERJUANG BUKAN MENANG!

MEMAHAMI SUKA DAN BENCI PASANGAN

FOKUS PADA TUJUAN HIDUP DALAM KELUARGA

23 JANUARI 1948 TERBENTUKNYA NEGARA MADURA

TAGGED:al-quranMajalah sidogiripancasilaSidogirimedia.com

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article AHNAF BIN QAIS, HATIM ATH-THA’I,HINGGA MU’AIDI
Next Article Sajadah di Balik Musibah Pandemi
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d