Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: MENJAGA IMAN DARI KEMAKSIATAN
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Tabayun » MENJAGA IMAN DARI KEMAKSIATAN
Tabayun

MENJAGA IMAN DARI KEMAKSIATAN

Redaksi
Last updated: 4 Oktober 2022 4:11 pm
Redaksi
Share
3 Min Read
menjaga iman dari kemaksiatan
menjaga iman dari kemaksiatan
SHARE

Pada saat kemarin ramai perihal film The Santri, ada seorang alumni pesantren menulis di akun Facebook-nya, sebagai berikut: “Kalau film The Santri tidak boleh tayang karena mengandung unsur maksiat, maka pertandingan sepak bola juga tak boleh tayang karena rata-rata para pemain, pahanya kelihatan.”

Tampak dari pernyataan di atas, sepertinya pemilik akun menyayangkan kritik dari para netizen yang diarahkan pada film tersebut, sebab mereka tidak mengkritik tontonan-tontonan lain yang juga mengandung unsur maksiat, seperti sepak bola. Bagaimana kita menanggapi narasi seperti di atas?

Jawaban

Baca Juga: Surga Itu Gak Penting!

Perlu diketahui, bahwa rata-rata kritik terhadap film The Santri itu datangnya dari orang-orang pesantren, bukan dari pihak lain. Hal itu menunjukkan bahwa orang-orang pesantren menyayangkan dan bahkan marah dengan film itu, karena terdapat sisi-sisi yang telah melenceng dari ajaran pesantren tapi dikesankan seolah-olah itu adalah bagian dari pesantren, seperti bertemunya santri laki-laki dan perempuan, serta masuknya santri ke dalam gereja dengan membawa tumpeng.

Dengan demikian, artinya kritik tersebut muncul dari perasaan cinta, memiliki dan tanggung jawab. Bahwa orang-orang pesantren adalah yang paling tahu tentang pesantren, mereka sangat mencintai pesantren dan merasa pesantren sebagai bagian yang tak terpisahkan dari mereka. Karena itu ketika ada orang lain mengatakan sesuatu tentang pesantren tapi berbeda dengan apa yang mereka ketahui dan alami, tentu mereka akan bereaksi, sebagai bentuk tanggung jawab dari mereka.

Baca Juga: Jangan Terlalu Serius Beragama

Karena itu, kritik masyarakat pesantren terhadap film itu tidak boleh dibenturkan dengan diamnya mereka terhadap tontonan-tontonan lain yang tak ada hubungannya dengan pesantren. Misalnya pertandingan sepak bola. Sebab kita tahu tak ada klub sepak bola yang mengajarkan batasan aurat atau mengaji kitab Fikih dan Akhlak. Ini jelas berbeda dengan pesantren, yang jelas mengajarkan syariat Islam dan akhlak. Tentu kita tak bisa hanya diam ketika pesantren digambarkan tak sesuai dengan apa yang diajarkan di dalamnya.

Maka dari itu, ide pemilik akun di atas yang meminta kita agar memaklumi kemaksiatan yang terjadi dalam film The Santri disebabkan kita tak mengkritik kemaksiatan dalam pertandingan sepak bola, adalah ide yang sesat karena ia gagal paham terhadap akar masalah dari persoalan yang sedang dibicarakan. Karena siapapun yang membikin tayangan mengandung unsur kemaksiatan, kita sebagai umat Islam tetap wajib ingkar. Sebab jika tidak ingkar, berarti ada masalah dengan keimanan kita. Hanya saja jika yang melakukan kemaksiatan itu masih menjadi bagian dari kita, tentu sudah seharusnya kita memberikan reaksi yang semestinya.

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

BAHAGIA BERTETANGGA DENGAN JAUHI PRASANGKA

Bolehkah Kurban Diganti dengan Uang?

MAKAR HASYASYIN TERHADAP SALAHUDDIN AL-AYYUBI

BEDA FILSAFAT DAN ILMU KALAM

BANGKAI SERANGGA SAAT SHALAT

TAGGED:film the santriMenjaga Iman Dari KemaksiatanSidogiri MediaSidogirimedia.com

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article baghdad: kota peradaban yang hancur karena pengkhianatan BAGHDAD: KOTA PERADABAN YANG HANCUR KARENA PENGKHIANATAN
Next Article wahdaniyah dan hal terkait WAHDANIYAH DAN HAL TERKAIT
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d