Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: MEREAKSI RADIKALISME SECARA RADIKAL
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Editorial » MEREAKSI RADIKALISME SECARA RADIKAL
Editorial

MEREAKSI RADIKALISME SECARA RADIKAL

Redaksi
Last updated: 9 Agustus 2022 11:04 pm
Redaksi
Share
3 Min Read
MEREAKSI RADIKALISME SECARA RADIKAL
MEREAKSI RADIKALISME SECARA RADIKAL
SHARE

Iklim politik Indonesia sepertinya tengah memasuki babak baru, dengan atmosfer yang tampaknya jauh lebih soft and cool, ketimbang suasana perpolitikan yang telah berlalu. Salah satu pemantiknya adalah kesediaan masing-masing kubu untuk bertemu, melakukan rekonsiliasi politik. Tentu ini adalah suatu langkah maju, meski sebagian orang tak puas dan tak setuju.

Memang, secara politis, pertemuan antara pihak 01 dan 02 itu tak selalu berarti kabar baik, terlebih jika kemudian semua orang berpihak pada pemerintah, jelas akan menjadi berita buruk, sebab pemerintahan akan bergulir tanpa penyeimbang, yang dari situ otoritarianisme akan tegak berdiri. Namun secara sosial, pertemuan kedua belah pihak itu memang memberikan dampak yang instan. Terbukti beberapa menit setelah pertemuan 01 dan 02 itu berlangsung, Tagar #03persatuanindonesia segera trending di Twitter

Baca Juga: Buta Kitab Kuning, Biang Radikalisme

Nah, jika kita melihat iklim politik sudah melunak, dan semua orang tampak mulai jenuh dengan perseteruan, sehingga bersedia untuk bersatu dan bersama-sama membangun negeri, namun di ranah sosial-keagamaan, kita masih mendapati suguhan yang sungguh ironis. Egoisme kelompok dan egosentrisme golongan masih sangat keras, seperti belum bisa move on dari kegaduhan politis yang melelahkan. Hal itu ditandai dengan masih berlangsungnya pencekalan terhadap aktivitas pengajian oleh beberapa ustadz, yang beritanya tentu sudah kita dengar.

Bagaimana pun, fenomena tersebut adalah langkah mundur yang bisa merugikan terhadap bangsa secara keseluruhan. Pertama, karena pencekalan atau persekusi terhadap aktivitas keilmuan seperti itu bisa meretakkan hubungan antarumat, di mana ini merupakan aspek paling pokok yang bisa mengantarkan umat menuju kemajuan dan kegemilangan peradabannya. Sebab jika ironi itu terus berlangsung, dan kemudian direaksi oleh para simpatisan pihak yang dicekal dengan cara yang sama, maka perpecahan akan segera menyeruak ke permukaan, dan gerbang kehancuran umat pun menganga di hadapan kita.

Baca Juga: Jihad Politik Umat Islam

Kedua, mereaksi pemikiran yang berseberangan dengan pencekalan juga merupakan langkah mundur, karena hal semacam itu tak pernah dilakukan oleh para ulama NU (Nahdlatul Ulama). Para ulama NU, dari dulu hingga kini, senantiasa menggunakan cara-cara yang sangat elegan dalam menjawab pemikiran-pemikiran yang berseberangan dengan Ahlusunah wal-Jamaah, yakni dengan cara-cara ilmiah, seperti menulis kitab, mendiskusikan tema-tema yang diperdebatkan di forum-forum ilmiah, dan semacamnya. Menghadapi pemikiran dengan kekuatan otot hanya akan menyematkan citra negatif, seakan kita tak punya kemampuan ilmiah dan kehilangan kreativitas.

Ketiga, kegiatan pencekalan terhadap aktivitas pemikiran, yang diklaim sebagai radikal, sebenarnya adalah kontraproduktif. Karena jika kita mengklaim mereka radikal, dan mendaku diri kita sebagai antiradikalisme, mestinya reaksi yang kita tunjukkan pada gerakan pemikiran itu adalah kontrapemikiran. Yakni, pemikiran mesti dijawab dengan pemikiran. Jika pemikiran yang dituduh radikal malah dijawab dengan kekuatan otot atau kekuatan massa, tentu orang jadi bingung, sebenarnya pihak mana yang radikal?

Moh. Achyat Ahmad/sidogiri

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

Ketaatan Hamba; Dari Allah Cukup Allah

JEJAK SADAH BA ALAWI (2)

ROMANTISME ULAMA DAN HABAIB NUSANTARA

Kitab Maulid Ad-Diba’i

PERANG TABUK, RAJAB 9 H. PERANG YANG TAK PERNAH TERJADI

TAGGED:Majalah PesantrenMajalah sidogiriSidogirimedia.com

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article PONDASI KESUKSESAN UNTUK ANAK-ANAK KITA PONDASI KESUKSESAN UNTUK ANAK-ANAK KITA
Next Article JIKA SENYUM ITU IBADAH... JIKA SENYUM ITU IBADAH…
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d