Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: AIN JALUT DAN AKHIR SEBUAH KESOMBONGAN
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Jeda » Kilas Balik » AIN JALUT DAN AKHIR SEBUAH KESOMBONGAN
JedaKilas Balik

AIN JALUT DAN AKHIR SEBUAH KESOMBONGAN

Khoiril Umam
Last updated: 14 Februari 2022 8:38 am
Khoiril Umam
Share
4 Min Read
Air Jalut dan Akhir Sebuah Kesombongan
Air Jalut dan Akhir Sebuah Kesombongan
SHARE

Seperti telah disinggung pada edisi sebelumnya bahwa Tartar atau Mongol merupakan bangsa tak terkalahkan. Mereka berhasil memorakporandakan dan menaklukkan berbagai kawasan Muslim. Namun, di Ain Jalut, semua kepongahan dan kesombongan mereka runtuh seketika. Pertama kali dalam sejarah, Tartar kalah telak!

Pertempuran Ain Jalut terjadi pada tanggal 3 September 1260 M atau 25 Ramadhan 658 H, di Galilea Tenggara, kawasan Palestina yang sekarang telah diduduki Israel. Pertarungan ini merupakan salah satu titik balik dalam sejarah Timur Tengah. Kedua pasukan berjumlah seimbang, menerjunkan ± 20.000 pasukan, termasuk kavalerinya.

Namun Hulagu Khan tidak hadir dalam pertempuran kali ini karena Khan Agung, Mongke Khan, telah meninggal. Sesuai tradisi Tartar, semua pangeran harus segera pulang untuk memilih khan baru. Karena Hulagu yakin pasukannya mampu menaklukkan Mamalik Mesir, maka ia hanya menyisakan sekitar 20.000 pasukan yang dipimpin oleh Kitbugha, salah satu komandan militernya.

Kabar pulangnya Hulagu ke Karakoram sampai ke telinga Saifuddin Quthz dan inilah keberuntungan pihak Mamalik. Quthz segera memerintahkan pasukannya bersiap untuk maju terlebih dahulu menyerang pasukan Tartar. Quthz juga langsung mengirimkan utusan ke para pemimpin Tentara Salib di Acre untuk diizinkan melintas dengan aman dan mengajukan permintaan agar dapat membeli persediaan logistik dari mereka.

Permintaan Quthz menjadi dilema bagi pimpinan Tentara Salib. Apabila mereka bekerja sama dengan Quthz, maka akan menjadi sebuah tanda bahwa mereka membuka permusuhan dengan orang-orang Tartar atau Mongol, membuka peluang bahwa mereka juga akan diserang kemudian hari oleh para pasukan yang bengis itu. Namun di sisi lain, Quthz adalah satu-satunya harapan mereka supaya wilayah mereka aman dari serangan Tartar. Setelah perdebatan panjang, pada akhirnya mereka menyetujui permintaan Quthz.

Jalannya Pertempuran

Galilea Tenggara bagi Mamalik terhitung sebagai kampung halaman, itu berarti mereka lebih mengenal medan dari pada pasukan Tartar. Bertempur di sana artinya dapat juga memperkokoh barisan pertahanan mereka. Mamalik menyembunyikan sebagian besar pasukannya di bukit-bukit berhutan dan lembah di sekitar Ain Jalut.

Pada hari pertama, dipimpin oleh Baibars, kebanyakan pertempuran terdiri dari unit-unit kecil kavaleri Mamalik yang menyerang pasukan Tartar dengan metode menyerang dan lari. Tujuannya adalah untuk menarik pasukan utama tentara Tartar ke tempat yang mereka inginkan, yaitu tempat di mana pasukan besar Mamalik bersembunyi. Setelah beberapa jam melancarkan taktik menyerang dan lari yang menjengkelkan Tartar, rupanya mereka berhasil, pasukan Tartar menyerang dengan kekuatan penuh dan langsung menuju ke perangkap yang telah dipersiapkan Mamalik.

Ketika pasukan Tartar tiba, Baibars yang tadinya lari, tiba-tiba memerintahkan pasukannya untuk berbalik dan menghadapi musuh. Barulah kemudian orang-orang Tartar menyadari bahwa mereka telah ditipu oleh salah satu taktik favorit mereka sendiri: pura-pura melarikan diri. Ketika pasukan Baibars berbalik menyerang Tartar, Quthz memerintahkan pasukan besar Mamalik yang bersembunyi untuk keluar dan menyapu dari kaki bukit untuk menyerang bagian samping pasukan Tartar.

Di tengah pertempuran yang sengit, beberapa unit pasukan Tartar yang terdesak melarikan diri, menyebabkan unit pasukan lainnya menjadi panik dan ikut lari. Terlepas dari sejumlah serangan balik yang dilakukan oleh orang-orang Tartar, namun secara keseluruhan, pada akhir pertempuran yang keluar menjadi pemenangnya adalah Mamalik. Pasukan Tartar yang tidak terbunuh selama pertempuran dikepung saat mereka mencoba melarikan diri.

Kitbugha terus bertempur dengan segala daya dan upayanya. Beberapa orang pasukan memintanya untuk melarikan diri, tetapi ia menolak. Akhirnya dia roboh setelah menahan serangan yang bertubi-tubi. Ia ditangkap dan dieksekusi. Kepalanya dipenggal dan dipajang.

Dengan kematian Kitbugha, pasukan Tartar terpaksa melarikan diri, mereka mundur ke Suriah dan kemudian menuju Baghdad. Pertempuran Ain Jalut menjadi yang pertama bagi pasukan Tartar mengalami kekalahan yang amat besar. Pertempuran ini adalah pertarungan yang tidak pernah dapat mereka balas.

Baca juga: Lenyapnya Mitos Kedigdayaan Tartar

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

IJTIHAD VERSI AS-SUYUTHI

MEMBANGUNKAN NYALI HIJRAH

Sisi Lain Dai Plat Merah

IRONI DEMOKRASI KITA

CULTURE STELSEL; CERITA KRISIS PADI DI NEGERI Gemah RIPAH LOH JINAWI

TAGGED:Air Jalut dan Akhir Sebuah KesombonganSidogiri MediaSidogirimedia.com

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Imam Ath-Thahawi Imam Besar Yang Berdalih Dari Madzhab Syafii Ke Hanafi IMAM ATH-THAHAWI IMAM BESAR YANG BERALIH DARI MADZHAB SYAFII KE HANAFI
Next Article Menikahkan Anak, Puncak Kewajiban Orang Tua MENIKAHKAN ANAK, PUNCAK KEWAJIBAN ORANG TUA
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d