Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: PERANG MU’TAH: KISAH KEJENIUSAN KHALID DAN MUKJIZAT RASULULLAH
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Jeda » Kilas Balik » PERANG MU’TAH: KISAH KEJENIUSAN KHALID DAN MUKJIZAT RASULULLAH
Kilas Balik

PERANG MU’TAH: KISAH KEJENIUSAN KHALID DAN MUKJIZAT RASULULLAH

Khoiril Umam
Last updated: 6 Oktober 2022 9:59 pm
Khoiril Umam
Share
4 Min Read
Perang Mu'tah
Perang Mu'tah
SHARE

Latar Belakang

Pada tahun delapan Hijriyah, Rasulullah mengirim utusan bernama al-Harits bin Umair al-Azdi ke penguasa Bushra untuk mengajaknya masuk Islam. Di tengah perjalanan, utusan itu dicegat dan ditangkap kemudian dibunuh oleh Syurahbil bin ‘Amr al-Ghassani, pemimpin dari Bani Gasshaniyah.

Pembunuhan utusan ini bukan hanya pelecehan, malah dianggap sebagai terang-terangan mengajak perang. Kemudian Rasulullah menyiapkan tentara sebanyak 3000 orang untuk berangkat ke Balqa’, tempat dibunuhnya al-Haris bin Umair al-Azdi. Dan Rasulullah berpesan agar komando militer dipegang Zaid bin Haritsah, bila gugur maka digantikan Ja’far bin Abi Thalib, bila dia gugur maka digantikan Abdullah bin Rawahah, bila dia gugur maka urusan diserahkan kepada kesepakatan kaum Muslimin. Pesan ini merupakan mukjizat Rasulullah yang mengindikasikan ketiga Shahabat itu akan gugur dalam peperangan.

Setelah pasukan muslimin sampat di Ma’an, perbatasan Hijaz dan Syam terdengar kabar bahwa Raja Heraclius menyiapkan pasukan sebanyak 100 ribu tentara Bizantium ditambah 100 ribu lagi pasukan yang terdiri dari sekutu pendukung.

Mendengar kabar itu pasukan muslimin menetap di Ma’an selama dua malam untuk mendiskusikan hal terbaik yang akan dilakukan, sebagian orang mengusulkan agar berkirim surat pada Rasulullah sehingga Rasulullah memberikan bantuan militer, atau memberikan instruksi untuk kembali ke Madinah, namun usulan itu ditolak oleh Abdullah bin Rawahah dan berkata: “Kita tidak berperang dikarenakan Jumlah pasukan ataupun Kekuatan militer, kita berperang hanya untuk membela agama ini, sehingga kita bisa mendapatkan salah satu dua kebaikan yaitu kemenangan ataupun mati syahid”.

Akhirnya kaum Muslimin setuju dengan pendapat Abdullah bin Rawahah ini. Pasukanpun terus maju dan memulai pertempuran dan tak lama kemudian Zaid bin Haritsah gugur. Melihat Zaid jatuh, Ja’far bin Abu Thalib segera melompat dari punggung kudanya untuk kemudian menyembelihnya agar tidak dapat dimanfaatkan musuh. Beliau maju ke tengah-tengah barisan musuh, dan gigih berjuang sampai tangan kanannya putus. Kemudian bendera dipegang tangan kirinya, hingga teputus, namun semangat beliau tidak surut, Ja’far tetap berusaha mempertahankan bendera dengan cara memeluknya sampai beliau gugur oleh senjata lawan. Berdasarkan keterangan Ibnu Umar, salah seorang saksi mata yang ikut serta dalam perang itu, terdapat tidak kurang 90 luka di bagian tubuh depan beliau akibat tusukan pedang dan anak panah. Setelah Ja’far gugur akhirnya panji kaum mulimin dipegang Abdullah bin Rawahah sampai dia juga gugur.

Setelah itu Tsabit bin Arqam mengambil bendera komando yang telah tak bertuan itu dan berteriak memanggil para shahabat Nabi agar menentukan pengganti yang memimpin kaum Muslimin. Maka mereka sepakat untuk menjadikan Khalid bin Walid sebagai komandan karena pengalaman militernya selama masa Jahiliyah.

Keputusan yang Cerdik

Sadar akan keterbatasan jumlah pasukan, Khalid membuat keputusan yang sangat cerdik, ia menukar barisan militer. Pasukan di barisan depan ditukar dibelakang, dan yang dibelakang berada didepan, pasukan sayap kanan berganti posisi ke kiri begitupun sebaliknya, tujuannya adalah agar pasukan romawi mengira pasukan Muslimin mendapat bantuan tambahan pasukan baru.

Khalid bin Walid juga mengulur-ulur waktu peperangan sampai sore hari karena menurut aturan peperangan pada waktu itu, peperangan tidak boleh dilakukan pada malam hari. Di waktu malam diam-diam Kholid mengintruksikan pada beberapa orang agar mencari pelapah kurma kemudian ia menyuruh agar berjalan di pagi hari dari arah belakang pasukan menuju medan perang agar dari kejauhan terlihat seperti pasukan bantuan yang datang dengan membuat debu-debu berterbangan, dan menggemakan tekbir selantang-lantangnya sehingga tampak bantuan tentara benar-benar datang.

Di sisi depan Khalid mengintruksikan mundur secara perlahan, namun barisan militer harus tetap terjaga. Melihat musuh agak menarik diri, pasukan Bizantium enggan mengikutinya karena mereka menduga ini strategi untuk menyerang balik.

Akhirnya pasukan Kholid bisa sampai ke Madinah dengan hanya kehilangan 12 pasukan saja dibandingkan dengan pasukan Bizantium yang kehilangan ribuan orang.

Fauzan Imron/Alumni Santri Sidogiri asal Pasuruan

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

KIAT-KIAT SEBELUM BEROLAHRAGA

MASJID JAMIK AL-BAITUL AMIN JEMBER (MASJID TUJUH KUBAH) BERORIENTASI KE MASJID AL-HARAM, MASJID NABAWI, DAN MASJID AL-AZHAR MESIR

MUNTAJ TSAQAFI DEKONSTRUKSI AL-QURAN

SISI POSITIF AJAK ANAK SHALAT BERJAMAAH (2/2)

KALAU MEREKA MUDAHNYA MENGAJI BEGITU, YA, SILAKAN

TAGGED:Kejeniusan KhalidMukjisat RasulullahPerang Mu'tahSidogiri MediaSidogirimedia.com

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Syekh Junaid Al-Betawi SYEKH JUNAID AL-BETAWI (W. 1840 M), SYAIKHUL MASYAYIKH YANG DILUPAKAN SEJARAH
Next Article MENYIKAPI HOAX PADA KELUARGA
1 Comment 1 Comment
  • Redaksi berkata:
    7 Juli 2021 pukul 2:15 am

    5

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d