Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: MADIUN AFFAIRS: KONFLIK YANG DIMANFAATKAN BELANDA (2-HABIS)
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Jeda » Kilas Balik » MADIUN AFFAIRS: KONFLIK YANG DIMANFAATKAN BELANDA (2-HABIS)
Kilas Balik

MADIUN AFFAIRS: KONFLIK YANG DIMANFAATKAN BELANDA (2-HABIS)

Khoiril Umam
Last updated: 25 Juli 2022 10:55 am
Khoiril Umam
Share
4 Min Read
MADIUN AFFAIRS: KONFLIK YANG DIMANFAATKAN BELANDA (2-HABIS)
MADIUN AFFAIRS: KONFLIK YANG DIMANFAATKAN BELANDA (2-HABIS)
SHARE

MADIUN AFFAIRS: KONFLIK YANG DIMANFAATKAN BELANDA (2-HABIS)

Kemudian pada 21 Juli 1948 telah diadakan pertemuan rahasia di hotel “Huisje Hansje” Sarangan, dekat Madiun yang dihadiri oleh Soekarno, Hatta, Sukiman, Menteri Dalam Negeri, Mohamad Roem (anggota Masyumi) dan Kepala Polisi Sukanto, sedangkan di pihak Amerika hadir Gerald Hopkins (penasihat politik Presiden Truman), Merle Cochran (pengganti Graham yang mewakili Amerika dalam Komisi Jasa Baik PBB). Dalam pertemuan Sarangan, yang belakangan dikenal sebagai “Perundingan Sarangan”, diberitakan bahwa Pemerintah Republik Indonesia menyetujui Red Drive Proposal (proposal pembasmian kelompok merah). Dengan bantuan Arturo Campbell, Sukanto berangkat ke Amerika guna menerima bantuan untuk kepolisian RI. Campbell yang menyandang gelar resmi Atase Konsuler pada Konsulat Jenderal Amerika di Jakarta, sesungguhnya adalah anggota Central Intelligence Agency (CIA).

Pada 19 September 1948, Presiden Soekarno dalam pidato yang disiarkan melalui radio menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, untuk memilih: Musso-Amir Syarifuddin atau SoekarnoHatta. Maka pecahlah konflik bersenjata, yang pada waktu itu disebut sebagai Madiun Affairs (Peristiwa Madiun), dan di zaman Orde Baru terutama di buku-buku pelajaran sejarah kemudian dinyatakan sebagai pemberontakan PKI Madiun.

Kekuatan pasukan pendukung Musso digempur dari dua arah: Dari barat oleh pasukan Divisi II di bawah pimpinan Kolonel Gatot Subroto, yang diangkat menjadi Gubernur Militer Wilayah II (Semarang-Surakarta) tanggal 15 September 1948, serta pasukan dari Divisi Siliwangi, sedangkan dari timur diserang oleh pasukan dari Divisi I, di bawah pimpinan Kolonel Sungkono, yang diangkat menjadi Gubernur Militer Jawa Timur, tanggal 19 September 1948, serta pasukan Mobiele Brigade Besar (MBB) Jawa Timur, di bawah pimpinan M. Yasin.

Panglima Besar Sudirman menyampaikan kepada pemerintah, bahwa TNI dapat menumpas pasukanpasukan pendukung Musso dalam waktu 2 minggu.

Tanggal 30 September 1948, kota Madiun dapat dikuasai seluruhnya. Pasukan Republik yang datang dari arah timur dan pasukan yang datang dari arah barat, bertemu di Hotel Merdeka di Madiun. Namun pimpinan kelompok kiri beserta beberapa pasukan pendukung mereka, lolos dan melarikan diri ke beberapa arah, sehingga tidak dapat segera ditangkap.

Baru pada akhir bulan November 1948 pemberontakan berhasil dipadamkan seluruhnya. Musso yang melarikan diri ke Sumoroto, sebelah barat Ponorogo berhasil ditembak mati. Sedangkan Amir Sjarifuddin dan tokoh-tokoh kiri lainnya berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi pada 20 Desember 1948. Amir sendiri tertangkap di daerah Grobogan, Jawa Tengah. Sedangkan sisa-sisa pemberontak yang tidak tertangkap melarikan diri ke arah Kediri, Jawa Timur. Merekalah yang kelak di tahun 1965, berhasil menjadikan PKI kembali menjadi partai besar di Indonesia sebelum terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965. Akibat dari pemberontakan PKI Madium sendiri, diperkirakan terdapat ribuan orang tewas dan ditangkap pemerintah akibat pemberontakan ini.

Setelah itu, di bulan Desember 1948, Belanda kembali melancarkan agresi militer II secara besar-besaran, dan mendekat menuju Yogyakarta, Ibukota sementara. Di lain sisi, Yogyakarta tidak terdapat pasukan yang kuat yang bisa membendung pasukan Belanda, dikarenakan pasukan pemerintah yang berhasil menumpas Pemberontakan Madiun masih belum kembali ke Yogyakarta.

Meskipun nantinya pasukan RI tetap bisa mengatasi Agresi Militer Belanda untuk kedua kalinya namun tentu rangkaian peristiwa mulai dari Peristiwa Madiun dan juga Agresi Militer Belanda II beserta kejadian intrik didalamnya jelaslah ada keterkaitan. Peristiwa Madiun ini dapat dilihat sebagai bentuk manuver Belanda dalam mengalihkan konsentrasi seluruh pasukan TNI, baik dari jawa Tengah, Jawa Timur, dan termasuk Brimob kepolisian, yang mengakibatkan Ibukota Republik Indonesia tidak dijaga pasukan yang cukup kuat sehingga hal ini menjadi peluang bagi Belanda dalam upayanya merebut kembali RI melalui Agresi Militer Belanda yang keduanya. Selain itu terjadi penghianatan yang menyebabkan lapangan udara Maguwo lumpuh, sehingga tentara Belanda dengan mudah menguasai Maguwo yang menjadi basis serangan terhadap Yogyakarta.

Fauzan Imron/sidogiri

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

MARET 1942, SAAT GURITA JEPANG MEMBELIT NUSANTARA

15 RAMADAN 138 H, ABDURRAHMAN AD-DAKHIL MEMASUKI ANDALUSIA

PERANG TABUK, RAJAB 9 H. PERANG YANG TAK PERNAH TERJADI

PERISTIWA PENCULIKAN SOEKARNO-HATTA KE RENGASDENGKLOK

23 JANUARI 1948 TERBENTUKNYA NEGARA MADURA

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Lihat Almamaterku (Sidogiri) LIHATLAH ALMAMATERKU!
Next Article Fenomena Islam Di Filipina FENOMENA ISLAM DI FILIPINA: DULU MAYORITAS, SEKARANG MINORITAS YANG TERTINDAS
1 Comment 1 Comment
  • Redaksi berkata:
    14 Maret 2021 pukul 9:00 am

    5

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d