Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: JANGAN TERLALU SERIUS BERAGAMA
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Tabayun » JANGAN TERLALU SERIUS BERAGAMA
Tabayun

JANGAN TERLALU SERIUS BERAGAMA

Khoiril Umam
Last updated: 26 Juni 2021 12:57 pm
Khoiril Umam
Share
2 Min Read
Jangan Terlalu Serius Beragama
Jangan Terlalu Serius Beragam
SHARE

Beberapa waktu yang lalu ada seorang pejabat negara mengeluarkan pernyataan kontroversial dalam pidatonya. Akhirnya pernyataan kontroversial itu viral di media sosial. Si pejabat menyatakan bahwa kita jangan terlalu serius dalam beragama. “Kita jangan terlalu tegang dalam menganut paham agama, jangan kita terlalu formalistis dalam menjalani kehidupan keagamaan atau terlalu serius, sehingga melupakan substansi agama, yakni saling mengasihi dan saling memperhatikan satu sama lain,” ujarnya sebagimana ditulis www. makassar.tribunnews.com. Lalu bagaimana kita menanggapi pernyataan seperti itu?

Jawaban

Apakah serius dalam mempelajari dan menjalankan agama (Islam) bisa membikin orang menjadi tidak baik, sehingga agama hanya sekadar formalitas baginya, yang kering akan nilai-nilai substansial keagamaan, lalu ia menjadi radikal dan tidak bisa mengasihi terhadap sesama?

Jawabannya tentu tidak. Jika logika itu yang dipakai, maka mestinya yang paling benar dan paling baik keberagamaannya itu adalah orang yang tidak serius dalam beragama, pengetahuan agamanya tidak matang, dan mengamalkannya setengahsetengah atau asal-asalan. Tapi kenyataannya tidak pernah seperti itu.

Justru agama harus dipelajari secara serius, total dan mendalam, agar seorang Muslim sampai pada substansi ajaran agama itu sendiri. Dalam hal shalat, misalnya, seorang Muslim harus mengetahui ilmunya secara mendalam, serius dalam menjalankannya dengan memenuhi setiap syarat dan rukunnya, lalu menjalankannya dengan penuh kekhusyuan, yang buahnya nanti adalah, ia senantiasa berbuat baik kepada sesama, serta bisa menghindari setiap perbuatan keji dan mungkar.

Orang yang mengira bahwa terlalu serius dalam beragama bisa melahirkan radikalisme seperti Khawarij dan ISIS, hanyalah menunjukkan jika ia gagal paham tentang agama. Yang benar adalah, ajaran agama bisa melahirkan radikalisme jika dipelajari secara tidak serius, setengah-setengah dan tidak matang.

Khawarij, ISIS, atau kelompok radikal lain tidaklah serius dalam mempelajari agama. Mereka hanya berhenti pada sebagian teks agama, tidak memahami maknanya secara mendalam, serta tidak memahaminya secara holistik; mereka hanya mengambil ajaran agama sepotong-sepotong. Itulah bentuk ketidak-seriusan mereka dalam mempelajari agama, yang menyebabkan mereka jadi radikal, dan terlepas dari agama seperti anak panah yang meluncur dari busurnya.

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

KAULAH IDAMAN YANG SESUNGGUHNYA!

MASIH BINGUNG, NIKAH SAJA!

BAGAIMANA JIKA ISTRI BERBUAT KASAR?

MERAJUT UKHUWAH TANPA KEPENTINGAN

6 SEPTEMBER 1917 M. BERDIRINYA JAM’IYAT AL-ISLAH WAL IRSYAD AL-ISLAMIYAH

TAGGED:Majalah PesantrenMajalah sidogiriMedia SidogiriSidogiri Media

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Spirit Hijrah Di Indonesia SPIRIT HIJRAH DI INDONESIA (REFLEKSI TAHUN BARU HIJRIAH 1439)
Next Article Mengenal Liberalisme MENGENAL LIBERALISME: BERAWAL DARI SEJARAH YANG SALAH
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d