Sidogiri Media OnlineSidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Search
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: RECONQUISTA: SEJARAH TERBANTAINYA UMAT ISLAM DI SPANYOL
Share
Sign In
Notification Show More
Font ResizerAa
Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Font ResizerAa
  • Account
  • Berlangganan
  • My Bookmarks
  • Ngaji Jurnalistik
Search
  • Aktual
  • Utama
    • Topik Utama
    • Wawancara
    • Editorial
    • Tabayun
  • Artikel
    • Kolom Akidah
    • Kolom Fuqaha
    • Kajian Resensi
    • Ngaji Hikam
    • SidoNesia
  • Dunia Islam
    • Hadharah
    • Rihlah
    • Rijaluddin
  • Jeda
    • Kilas Balik
    • Sakinah
    • Muslimah
    • Tips Pesantren
    • Klinik Pesantren
  • Liputan
    • Jelajah
    • Ngaji IASS
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Home » Dunia Islam » Hadharah » RECONQUISTA: SEJARAH TERBANTAINYA UMAT ISLAM DI SPANYOL
Hadharah

RECONQUISTA: SEJARAH TERBANTAINYA UMAT ISLAM DI SPANYOL

Khoiril Umam
Last updated: 7 Juli 2021 11:00 pm
Khoiril Umam
Share
6 Min Read
Reconquista
Reconquista
SHARE

Oleh: M. Fauzan Imron*

Contents
Granada Menyerah pada Tentara SalibLihat Juga Video Tentang ReconquistaDekrit yang Merugikan Umat IslamPerlawanan yang Sia-Sia

Setelah Lembah Aash Jatuh ke tangan Salibis, Sultan Boabdil mencoba meminta bantuan pada dinasti-dinasti Islam di wilayah timur, mulai dari dinasti Marinid (Banu Marin) di Maroko, dinasti Zayyanid di al-Jazair, dinasti Hafsiyun di Tunisia, dinasti Mamluk di Mesir dan dinasti Ottoman di Turki.

Dari sekian permintaan hanya dinasti Marinid yang mengirimkan bantuan pasukan, namun pasukan mereka tak cukup memadai untuk membendung kekuatan Salibis Spanyol. Sedangkan dinasti Zayyanid di Aljazair dan dinasti Hafsiyun di Tunisia memberikan dukungan moral untuk mempertahankan kota Granada namun keduanya tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka tak punya cukup kekuatan untuk mengirim bantuan pasukan. Adapun dinasti Mamluk di Mesir dan dinasti Ottoman di Turki tidak bisa memberikan bantuan militer karena keduanya sedang terlibat saling berperang di timur Anatolia, Turki. Juga jarak mereka yang terlampau jauh untuk sampai ke Granada, hanya saja dinasti Mamluk sempat mengirimkan diplomat kepada Raja Ferdinan II untuk menghentikan kekejamannya pada orang-orang muslim di Spanyol, namun tidak memberikan pengaruh yang signifi kan terhadap kebijakan-kebijakan Raja Ferdinan atas umat muslim di Spanyol.

Granada Menyerah pada Tentara Salib

Setelah dikepung selama berbulan-bulan benteng kota Granada akhirnya runtuh dan Sultan terakhir Granada, Boabdil alias Abu Abdullah menyerahkan kunci kota Granada pada tanggal 2 Rabi’ul Awal tahun 897 H (2 Januari 1492 M). Setelah meninggalkan istananya, Boabdil menangis, hal ini ditanggapi oleh ibunya dengan berkomentar, “Kamu menangis seperti perempuan untuk sesuatu yang tak pernah kamu pertahankan layaknya laki-laki!”

Setelah penyerahan itu, Abu Abdullah diasingkan ke Alpujarras (al-Basyarat), di dekat Sierra Nevada, Provinsi Granada. Ia lalu pindah ke Maghrib (Maroko) dan berdiam di Fez. Ia menjalani sisa hidup di sana sebagai rakyat biasa hingga wafat pada tahun 1037 H / 1533 M.

Lihat Juga Video Tentang Reconquista

https://youtu.be/g3J3rOOQrho

Dekrit yang Merugikan Umat Islam

Sultan Boabil menyerahkan Granada dengan syarat penduduknya tetap diizinkan menjalankan keyakinan dan agama mereka. Awalnya Ferdinand dan Isabella menyetujuinya, namun setelah hampir 10 tahun Perjanjian Granada, atas pengaruh gereja, Ferdinand dan Isabella mengingkari perjanjinan dan mengeluarkan beberapa dekrit yang merugikan umat Islam.

Di antara isi dekrit itu adalah:

1). Pada hari Selasa, tanggal 20 Juli 1501 M (4 Muharram 907 H), raja mengeluarkan dekrit yang isinya melarang umat Islam berada di wilayah kerajaan Granada kecuali mereka yang mau merubah agamanya. Dan yang sudah masuk agama Kristen dilarang melakukan hubungan apapun dengan orang yang beragama Islam. Bagi mereka yang menentang peraturan ini akan diganjar hukuman mati dan seluruh harta bendanya dirampas.

2). Pada hari Selasa, tanggal 12 Februari 1502 M (13 Ramadhan 908 H), raja mengeluarkan peraturan bagi setiap muslim, untuk meninggalkan Granada sebelum awal Mei tahun itu juga. Barangsiapa yang menentang peraturan ini diganjar hukuman mati, penjara, atau dijadikan budak belian dengan dirantai kakinya.

Sebelumnya, pada tahun 1499 di bawah pimpinan Kardinal Ximenes de Cisneros, memulai kampanye gerakan yang mempengaruhi orang Islam agar menganut agama Kriten, kemudian berusaha menyingkirkan semua buku Arab yang menguraikan agama Islam dengan jalan membakarnya.

Perlawanan yang Sia-Sia

Tidak kuat terus-menerus tertindas, akhirnya umat muslim di Granada mencoba melakukan pemberontakan dan perlawanan. Perlawanan pertama diprakarsai oleh kelompok Bayyan. Mereka berhasil membunuh beberapa penguasa, namun pemberontakan ini berhasil dipadamkan.

Pada tahun 1563 M, terjadi pemberontakan yang kedua, dikomandani oleh Faraj bin Faraj dari keturunan Bani Sarraj. Mereka menyebar di pegunungan yang kemudian diikuti oleh kelompokkelompok muslimin di Granada, diantaranya adalah Hadonando Duflur, keturunan dari Khalifah Cordoba. Ia lalu diangkat sebagai pemimpin dengan nama baru Muhammad bin Umayah. Pemberontakan pun kian meluas di daerah-daerah pegunungan. Lamanya hingga dua tahun. Korban banyak berjatuhan dari kedua pihak.

Namun pada perkembangannya, Muhammad bin Umayah dicopot dari kepemimpinannya oleh kaum muslimlin. Dia dinilai sangat lamban. Pimpinan yang baru diserahkan kepada Abdullah bin Abihi, seorang tokoh yang terkenal kegigihannya.

Kaum muslimin meneruskan pemberontakannya dan peta pembrontakan semakin menyebar. Namun Abdullah, pemimpin mereka gugur. Dan oleh Salibis, kepala pemimpin Islam ini digantung di salah satu pintu gerbang Granada selama tiga puluh tahun.

Setelah itu Salibis Spanyol meningkatkan kekejamannya pada kaum muslimin. Menurut data para sejarawan, sebanyak kurang lebih tiga juta kaum muslimin dibantai setelah jatuhnya Granada. Akibatnya, pertanian, perindustrian, dan perdagangan pun hancur lebur karena ditinggal para ahlinya.

Akhirnya semua perlawanan kaum muslimin bisa dipatahkan. Banyak dari orang-orang Islam akhirnya setuju untuk dibaptis. Hanya saja mereka tetap mempertahankan tradisi ArabMuslim mereka, dan sebagian lainnya tetap menjalankan ajaran Islam secara sembunyi-sembunyi. Orang-orang ini dikenal sebagai Moriscos, yakni kaum terbabtis yang mirip orang-orang Moor Islam (Moor-like). Mereka inilah yang kemudian menjadi sasaran utama penyiksaan dewan inkuisisi Spanyol dengan berbagai bentuk mulai dari dibakar hidup-hidup, disalib, dipancung dan lain sebagainya. Kaum Moriscos terus mendapat tekanan dan siksaan. Mereka kembali melakukan perlawanan, namun pada akhirnya tetap kalah.

Pada akhirnya di tahun 1609, Raja Philip III (1598–1621) mengusir secara paksa semua kaum Moriscos dan orang yang beratribut Islam dari Andalusia. Mereka dihadapkan pada dua pilihan: masuk Kristen dengan meninggalkan segala atribut keislamannya, atau keluar dari Andalusia. Dengan demikian habislah sejarah umat muslim di seluruh wilayah Spanyol.

Menyukai ini:

Suka Memuat...

Terkait

You Might Also Like

GELIAT INTELEKTUAL ANDALUSIA

UMAR PADA PERIODE MADINAH

SEJARAH ISLAM DI SISILIA HASIL PERJUANGAN MUSLIM AFRIKA DAN ANDALUSIA

KETIKA BARAT MENCIPTAKAN ‘TUHANNYA’ SENDIRI

KISAH ASHABUL-KAHFI (III)

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Share
Previous Article Melihat calon Pendamping Hidup PENTINGNYA MELIHAT LANGSUNG CALON PENDAMPING HIDUP
Next Article Mujaddid Abad Ke tujuh Dengan Seribu Kekeramatan MUJADDID ABAD KE TUJUH DENGAN SERIBU KEKERAMATAN
Leave a Comment Leave a Comment

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow
- Advertisement -
Ad imageAd image

Latest News

Milad Sidogiri 288: Meluncurkan Website Resmi untuk Souvenir dan Pernak-Pernik
Liputan 28 Januari 2025
DAKWAH DENGAN MUSIK
Kajian 25 November 2024
NYANYIAN DAN TARIAN SUFI
Kajian 24 November 2024
SEKULARISME & HEDONISME
Kajian 6 November 2024
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

Sidogiri Media OnlineSidogiri Media Online
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Login
Join Us!
Subscribe to our newsletter and never miss our latest news, podcasts etc..

Zero spam, Unsubscribe at any time.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

%d