1. Arsitektur

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

Di era Dinasti Almohad, Marrakesh dan Sevilla menjadi pusat-pusat ilmu. Di Afrika Utara, ilmu arsitektur berkembang pesat hingga tampaklah dindingdinding megah di kota Fez, Rabat, dan Marrakesh seperti Masjid Kutubiya di Marrakesh yang dapat menampung 25 ribu jamaah.

2. Universitas

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

Di Fez terdapat perguruan tinggi yang didirikan pada tahun 859 M. yang populer dengan nama al-Qarawiyyin. Di antara ilmuan yang pernah menimba ilmu di sana adalah; Abul Abbas az-Zawawi, Ibn Rasyad as-Sabti (Wafat 1321 M.), Ibn al-Haj al-Fasi (Wafat 1336 M.) dan Abu Madhab al-Fasi.

3. Astronomi

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

Abdul Wahid al-Marakushi (1185 M.). adalah salah seorang astronom dan matematikawan yang hidup pada tahun 1217 M. Al-Marakushi pergi ke Mesir dan menetap di sana. Kemudian pada tahun 1224 M. ia menyelesaikan naskah sejarah Dinasti Almohad dengan karya yang bertajuk al-Mujîb fî Talkhîsi Akhbâr Ahlil-Maghrib.

Selain itu, al-Marakushi memiliki karya Jamî’ul-Mabâdi’ wal-Ghâyât yang diselesaikan pada 1229-1230 M. Buku ini berisi kompilasi praktis instrumen astronomi dan trigonometri. Al-Marakhushi diketahui akrab mendalami karya-karya al-Khawarizmi, al-Farghani, al-Battani, Abul Wafa, al-Biruni, Ibnu Sina, al-Zarqali, dan Jabir Ibnu Afl ah.

4. Matematika

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

Abu al-Abbas Ahmad bin Muhammad bin Uthman al-Azdi (1256 M.) di Marrakesh yang dikenal dengan Ibn al-Banna. Ilmuan ini dikenal dengan kepandaiannya dalam bidang matematika dan astronomi. 32 dari 100 karyanya membahas dua disiplin ilmu ini. Karenanya, ia dijuluki ensiklopedia berjalan. Terkhusus karyanya yang bertajuk Tanbîhul-Ahbâb merupakan buku aplikatif bagi kehidupan sehari-hari karena berisi penjelasan perhitungan irigasi dan pengukuran.

5. Geografi

Al-Idrisi adalah satu satu ilmuwan di bidang geografi (1100 M.-1166 M.). Pada usia 16 tahun, al-Idrisi sudah menjelajah Asia Kecil, Maroko, Spanyol, sebagian Prancis, dan Inggris. Karyanya tentang Eropa dinilai hidup dan akurat oleh para ilmuan lain. Ia juga merupakan ilmuan yang memprakarsai geografi matematis dengan menciptakan sistem proyeksi silindris permukaan bumi. Al-Kitâb ar-Rujûrî adalah karya terlengkap pada abad pertengahan yang ditulis selama 15 tahun dan Nuzhatul-Musytâq fî Ikhtirâqil-Âfâq adalah karya di bidang ini.

Ibnu Batutah (1304 M.), penjelajah yang pandai dalam bidang geografi . Ia mendedikasikan catatan perjalanannya untuk Ibnu Juzayy, seorang ulama di Kerajaan Sultan Innan di Fes. Karya fenomenal Ibnu Batutah adalah Rihlah yang mengupas catatan perjalanannya saat pergi ke India. Juga, melalui jalur laut ia menceritakan pula perjalanannya ke Cina, Jawa, dan Maladewa.

6. Tasawuf

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

Banyak kita temukan tokohtokoh sufi besar yang berpengaruh di kalangan ulama sufi dunia yang berasal dari Maroko, seperti Syekh Ahmad Tijani, pendiri Tarekat atTijaniyah yang banyak diikuti umat Islam di Indonesia.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

Tidak kalah populer adalah Syekh Hasan AsSyadzili, guru besar sufi yang sangat terkenal yang diikuti oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Nama tarekatnya adalah asy-Syadziliyah.

  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail

Syekh Ahmad bin al-Ghumari, ahli hadits yang juga ahli tasawuf juga memiliki pengaruh besar di kalangan Umat Islam. Muridmuridnya banyak ditemukan di Indonesia. Hanya saja ia tidak mendirikan sebuah tarekat. Bahkan, popularitasnya dalam bidang Hadis menenggelamkan kredibilitasnya dalam bidang Tasawuf.